Produk
Layanan pelanggan +8618073152920Telepon / WhatsApp: +8615367865107
Alamat: Ruang 102, Distrik D, Kawasan Industri Houhu, Distrik Yuelu, Kota Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok
Pengetahuan produk
Waktu:2024-10-24 16:08:25 Dilihat:1701
- Prinsip operasi: sensor ini menentukan kelembaban dengan mengukur impedansi tanah terhadap arus. Ketika kelembaban tanah meningkat, konduktivitas tanah meningkat, resistensi menurun; sebaliknya, resistensi meningkat.
- Prinsip operasi: sensor kapasitif menggunakan karakteristik perubahan konstan dielektrik tanah dengan kelembaban untuk mengukur kelembaban. Ketika kelembaban meningkat, konstanta dielektrik tanah meningkat, sehingga terjadi peningkatan kapasitansi.
- Prinsip operasi:Sensor FDR menyimpulkan kelembapan dengan mengukur reflektifitas tanah terhadap gelombang elektromagnetik. Semakin tinggi kelembaban tanah, semakin rendah reflektivitasnya.
- Prinsip operasi: Sensor TDR menentukan kelembaban tanah dengan mengirimkan pulsa elektromagnetik dan dengan mengukur waktu perambatan pulsa melalui tanah. Semakin tinggi kelembapannya, semakin lama waktu perambatan pulsa.

1. Pengukuran presisi tinggi: dapat mengukur kadar air tanah secara real time, terus menerus dan akurat, dan tidak terpengaruh oleh jenis tanah, perubahan suhu dan faktor lainnya.
2. stabilitas yang baik: penggunaan jangka panjang tidak mudah terpengaruh oleh perubahan lingkungan tanah.
3. kemampuan anti-interferensi yang kuat:dalam kondisi tanah yang kompleks masih dapat mempertahankan kinerja pengukuran yang baik.
4. Daya Tahan: Mengadopsi bahan anti korosi untuk beradaptasi dengan berbagai lingkungan yang keras.
5. Mudah dipasang dan dirawat: desain sederhana, mudah dioperasikan oleh petani.
6. Persepsi dan umpan balik cerdas: biasanya dengan fungsi cerdas, dapat digunakan dengan peralatan pendukung untuk mengirim data pemantauan waktu nyata ke platform cloud pemantauan lingkungan, yang memudahkan pengguna untuk melihat dan mengelola dari jarak jauh.
7. Konfigurasi dan skalabilitas yang fleksibel: sesuai dengan kebutuhan skenario produksi pertanian yang berbeda, sensor ini dapat diintegrasikan dengan jenis sensor lain (misalnya, suhu, cahaya, sensor nilai EC, dll.) untuk membangun sistem pemantauan lingkungan tanah yang komprehensif.

1. Irigasi yang tepat: Menurut data kelembaban tanah waktu nyata, secara otomatis menyesuaikan sistem irigasi untuk menghindari irigasi yang berlebihan atau tidak mencukupi.
2. Penghematan air dan peningkatan hasil panen: Mengurangi limbah air dengan mengoptimalkan pengelolaan air, sekaligus meningkatkan kualitas dan hasil panen.
3. Adaptasi Lingkungan: Pantau kebutuhan air berbagai tanaman, adaptasi dengan berbagai kondisi tanah, dan capai pengelolaan yang dipersonalisasi.
4. Penelitian ilmiah:Menyediakan data kelembaban tanah yang akurat untuk penelitian ilmiah pertanian guna mendukung pemuliaan varietas baru dan peningkatan teknik budidaya.
5. Perlindungan lingkungan: Mengurangi pemborosan sumber daya air dan salinisasi tanah akibat irigasi berlebihan, mencegah hilangnya pupuk dan pestisida bersama air, dan melindungi kualitas air.
6. Efektivitas biaya: Mengurangi biaya irigasi yang tidak perlu dan kemungkinan mengurangi kerugian panen akibat pengelolaan air yang tidak tepat.

1. Pilih lokasi yang sesuai: sebaiknya dipasang di lapisan aktivitas akar tanaman, hindari pemasangan di akar pohon, batu, dan sebagainya.
2. Hindari gangguan:Jauhkan dari benda logam besar dan kabel listrik untuk mengurangi interferensi elektromagnetik.
3. Penguburan yang benar: Dikubur pada kedalaman yang diperlukan sesuai dengan instruksi manual untuk memastikan bahwa sensor bersentuhan penuh dengan tanah. Biasanya kedalamannya minimal 30cm untuk mencerminkan kondisi kelembapan akar tanaman.
4. Pemasangan Vertikal: Masukkan sensor secara vertikal ke dalam tanah dan pastikan probe sejajar dengan tanah untuk meminimalkan kesalahan.
5. Penyisipan penuh: Pastikan probe tertanam sepenuhnya di dalam tanah untuk mengurangi kesalahan pengoperasian dan meningkatkan akurasi pengukuran.
6. Penimbunan kembali dan pemadatan: Setelah pemasangan, tanah harus ditimbun kembali dan dipadatkan secara perlahan, serta disiram secukupnya untuk menjaga kondisi alami tanah.
7. Lindungi kabel: Hindari kerusakan pada kabel,dotidak menarik atau menekuknya secara berlebihan untuk menjamin stabilitas transmisi sinyal.
8. Kalibrasi rutin: Kalibrasi sensor secara berkala sesuai dengan kondisi penggunaan untuk memastikan keakuratan pengukuran.
9. Adaptasi lingkungan: Mengingat jenis tanah dan kondisi lingkungan, metode pemasangan mungkin perlu disesuaikan untuk beradaptasi dengan situasi yang berbeda.
1. Pemantauan waktu nyata: menyediakan data kelembaban tanah waktu nyata untuk pe rtu mbuhan tanaman.
2. Manajemen presisi: sesuaikan rencana irigasi sesuai dengan kelembaban tanah, untuk mencapai manajemen pertanian yang presisi.
3. Akumulasi data:mengumpulkan data kelembaban tanah jangka panjang untuk memberikan dukungan pengambilan keputusan untuk produksi pertanian.
4. Meningkatkan hasil panen: Pengelolaan air yang wajar untuk memastikan tanaman tumbuh dalam kondisi air yang optimal, sehingga meningkatkan hasil dan kualitas.
5. Penghematan air dan penghematan energi: Kurangi irigasi yang tidak perlu, hemat sumber daya air dan kurangi konsumsi energi.
6. Pengurangan penyakit: Tanah yang terlalu basah merupakan tempat berkembang biaknya banyak penyakit, dan pengendalian kelembapan yang tepat membantu mengurangi timbulnya penyakit.
7. Kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan: Menyesuaikan strategi irigasi berdasarkan jenis tanaman dan perubahan musim akan meningkatkan kemampuan tanaman untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
8. Efektivitas biaya:Dalam jangka panjang, hal ini mengurangi biaya produksi pertanian dengan mengurangi penggunaan air dan pupuk yang berlebihan.

1. Rentang pengukuran dan akurasi: Pilih sensor dengan rentang pengukuran dan akurasi yang sesuai dengan kebutuhan sebenarnya.
2. mode keluaran: sesuai dengan kebutuhan sistem akuisisi data untuk memilih mode keluaran yang sesuai (seperti keluaran 485, 4 ~ 20mA, dll.).
3. Lingkungan kerja: Pertimbangkan suhu kerja, kelembapan, dan faktor lingkungan lainnya dari sensor untuk memastikan sensor dapat bekerja dengan baik di lingkungan target.
4. Daya Tahan: Pilih sensor dengan rumah yang kokoh dan tahan lama serta probe tahan karat, garam, dan alkali untuk beradaptasi dengan berbagai jenis tanah dan lingkungan yang keras.
5. Kecerdasan dan integrasi: Pertimbangkan apakah sensor memiliki fungsi cerdas dan kemampuan untuk berintegrasi dengan peralatan lain guna memenuhi kebutuhan pertanian cerdas di masa depan.
1. pemantauan waktu nyata dan peringatan dini: penggunaan sensor kelembaban tanah untuk memantau kadar air tanah secara real time, ketika kelembaban tanah mencapai ambang batas yang ditetapkan akan memicu sinyal peringatan dini untuk mengingatkan petani agar mengairi.
2. irigasi yang akurat:sesuai dengan data sensor kelembaban tanah untuk mengembangkan rencana irigasi yang tepat, untuk menghindari banjir dan kekurangan air, meningkatkan efisiensi penggunaan air.
3. Kontrol otomasi: Kombinasikan dengan teknologi IOT untuk mewujudkan kontrol otomasi sistem irigasi, secara otomatis menyesuaikan jumlah irigasi, waktu irigasi dan metode irigasi serta parameter lainnya sesuai dengan data dari sensor kelembaban tanah.
4. Analisis dan optimalisasi data: Analisis jangka panjang dan pemrosesan data sensor kelembaban tanah untuk menemukan hubungan antara pe rtu mbuhan tanaman dan kelembaban tanah, selanjutnya mengoptimalkan praktik irigasi dan meningkatkan hasil panen.
5. Pengelolaan zonasi: Kondisi tanah mungkin berbeda di berbagai area lahan, dan sensor memungkinkan irigasi yang dikategorikan dan pengelolaan yang ditargetkan.
6.Memasukkan prakiraan cuaca: Menyesuaikan jadwal irigasi dengan prakiraan cuaca di masa depan untuk menghindari pengairan ketika hujan akan segera turun.
7. Pengambilan keputusan berdasarkan data: Data kelembaban tanah yang dikumpulkan secara terus-menerus dapat digunakan untuk analisis guna mengoptimalkan strategi irigasi, seperti penggunaan teknik irigasi hemat air seperti irigasi tetes atau sprinkler mikro.
8. Pemantauan dan analisis jangka panjang: Pencatatan data jangka panjang untuk menganalisis pola kebutuhan air selama siklus pe rtu mbuhan tanaman, memberikan dasar ilmiah untuk penanaman di masa depan.

Ringkasan
Sensor kelembaban tanah untuk pertanian adalah salah satu alat inti pertanian presisi modern, yang memungkinkan kontrol kelembaban tanah secara tepat melalui sarana pemantauan berteknologi tinggi. Sensor-sensor ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan keakuratan irigasi, namun juga mendorong pengembangan produksi pertanian berkelanjutan, sehingga mencapai situasi win-win baik dalam hal manfaat lingkungan maupun ekonomi. Melalui pemilihan dan penggunaan sensor yang tepat, petani dapat mengoptimalkan praktik irigasi pertanian mereka untuk meningkatkan hasil dan kualitas tanaman, sekaligus menghemat air dan mengurangi biaya produksi.
1. Lembar data Sensor Kelembapan Suhu TanahNBL-S-THR
NBL-S-THR-Soil-temperature-and-moisture-sensors-Instruction-Manual-V4.0.pdf
2. Lembar data SensorNBL-S-TMCKelembaban Suhu Tanah EC
NBL-S-TMC-Soil-temperature-and-moisture-conductivity-sensor.pdf
3.Lembar data Sensor Kelembapan Suhu TanahNBL-S-TM
NBL-S-TM-Soil-temperature-and-moisture-sensor-Instruction-Manual-4.0.pdf
4.NBL-S-TMCSSuhu Tanah,kelembaban, Sensor Terintegrasi Konduktivitas dan Salinitas
NBL-S-TMCS-Soil-Temperature-Humidity-Conductivity-and-Salinity-Sensor.pdf
5.NBL-S-TMCS-7Suhu Tanah,kelembaban, NPK, Konduktivitas dan Sensor Terintegrasi pH
Panduan Sensor Komposit Tanah 7-in-1.pdf
4.NBL-S-TMCS-8Suhu Tanah,kelembaban, NPK,pH,Sensor Terintegrasi Konduktivitas dan Salinitas
Panduan Sensor Komposit Tanah 8-in-1.pdf
(do, nbl-s-thr, nbl-s-tm, nbl-s-tmc, nbl-s-tmcs, nbl-s-tmcs-7, nbl-s-tmcs-8)
(do, nbl-s-thr, nbl-s-tm, nbl-s-tmc, nbl-s-tmcs, nbl-s-tmcs-7, nbl-s-tmcs-8)
Sebelumnya:Stasiun cuaca untuk lokasi konstruksi
Berikutnya:Sensor kelembaban tanah irigasi
Rekomendasi terkait
Katalog sensor dan stasiun cuaca
Katalog sensor pertanian dan stasiun cuaca - NiuBoL.pdf
Katalog stasiun cuaca - NiuBoL.pdf
Katalog sensor pertanian - NiuBoL.pdf
Katalog sensor kualitas air - NiuBoL.pdf
Produk terkait
Sensor gabungan suhu udara dan kelembapan relatif
Sensor Suhu Kelembapan Tanah untuk irigasi| NBL-S-THR
Sensor pHtanah RS485Instrumen pengujian tanah pH meter tanah untuk pertanian | NBL-S-PH
Sensor Kecepatan Angin Output Modbus / RS485 / Analog / 0-5V/4-20mA
Pengukur hujan ember tipging untuk pemantauan cuaca sensor hujan otomatis RS485 / Luar ruangan/stainless steel
Sensor Radiasi Surya Pyranometer 4-20mA/ RS485
Pindai kode QR dengan WhatsApp
Nomor WhatsApp:+8615367865107
(Klik untuk menyalin dan menambahkan di WhatsApp)