Produk
Layanan pelanggan +8618073152920Telepon / WhatsApp: +8615367865107
Alamat: Ruang 102, Distrik D, Kawasan Industri Houhu, Distrik Yuelu, Kota Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok
Pengetahuan produk
Waktu:2024-03-30 16:30:09 Dilihat:3225
"Sensor kabut" dan "Sensor visibilitas" adalah sensor yang digunakan untuk mengukur kondisi atmosfer, namun keduanya mengukur parameter yang berbeda, sehingga terdapat beberapa perbedaan:
1. Sensor Kabut.
Sensor kabut biasanya merupakan sensor yang dirancang khusus untuk mendeteksi kabut di atmosfer. Mereka dapat menentukan ada tidaknya kabut, serta konsentrasinya, dengan mendeteksi tetesan air, partikel aerosol, atau parameter karakteristik kabut lainnya. Sensor tersebut mungkin menggunakan prinsip optik, prinsip kapasitif, atau konduktivitas listrik tetesan air kecil untuk mendeteksi kabut. Keuntungan dari sensor kabut adalah sangat sensitif dalam mendeteksi tanda-tanda awal kabut, yang sangat penting untuk mencegah atau memperingatkan kemungkinan kecelakaan lalu lintas.
2. Sensor Visibilitas.
- Sensor visibilitas, sebaliknya, digunakan untuk mengukur visibilitas di atmosfer, yaitu sejauh mana objek dapat terlihat jelas dari jarak tertentu. Sensor ini biasanya menentukan visibilitas dengan mengirimkan seberkas cahaya dan mengukur berapa banyak sinar yang tersebar atau diserap oleh partikel atmosfer (misalnya kabut, asap, debu, dll.). Secara umum, semakin rendah jarak pandang maka semakin tinggi kepadatan partikel di atmosfer, sehingga sensor jarak pandang juga dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan kabut secara tidak langsung. Sensor visibilitas, di sisi lain, lebih berkaitan dengan pengukuran tingkat keburaman atau hamburan cahaya yang ditemui mata saat bergerak melalui atmosfer. Mereka biasanya digunakan untuk menilai kondisi visibilitas di jalan raya, landasan pacu bandara, atau area terbuka lainnya.
Secara keseluruhan, sensor kabut lebih fokus mendeteksi keberadaan dan konsentrasi kabut, sedangkan sensor visibilitas fokus mengukur kejernihan berkas cahaya saat menembus atmosfer. Kedua jenis sensor ini memainkan peran yang sangat penting dalam pemantauan cuaca modern dan sistem keselamatan lalu lintas.
| Tegangan suplai: | DC12V |
| Keluaran sinyal: | RS485 |
| Protokol komunikasi: | protokol standar MODBUS |
| Tingkat baud: | 9600 |
| Prinsip teknis: | hamburan cahaya |
| Cakupan sudut hamburan: | Hamburan depan 39o-51o |
| Panjang gelombang puncak: | 875nm |
| Bandwidth: | 100nm |
| Rentang pengukuran: | 5-10KM |
| Akurasi pengukuran: | ≤2km, 2%; 2km-10km, ±10%; |
| Suhu kerja: | -40-80℃ |
| Kelembaban kerja: | 0-95% RH |
| Panjang kabel standar: | 10 meter |
| Ukuran: | 610mmx230mmx300mm |
|
Bahan: |
aluminium keras anodized, dengan pelindung cat di permukaan luar |
| Tingkat perlindungan | IP65 |
Sensor kabut dan sensor visibilitas memiliki beragam aplikasi di banyak bidang, dan berikut adalah beberapa contoh umum:
Kasus aplikasi sensor kabut:
1. Sistem Transportasi Cerdas (ITS):Di jalan raya atau jalan kota, sensor kabut dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan kabut dan memicu sistem peringatan yang memperingatkan pengemudi untuk mengurangi kecepatan atau memperhatikan keselamatan melalui tampilan pinggir jalan atau aplikasi navigasi.
2. Penerbangan: Di bandara, sensor kabut digunakan untuk memantau visibilitas landasan pacu guna memastikan lepas landas dan mendarat pesawat dengan aman. Mereka juga digunakan dalam sistem navigasi pesawat untuk membantu pilot menavigasi dalam kondisi visibilitas rendah.
3. Pertanian: Sensor kabut digunakan di bidang pertanian untuk memantau dampak kabut pada tanaman sehingga tindakan yang tepat dapat diambil, seperti irigasi atau penyemprotan bahan anti-kabut.
4. Pemantauan lingkungan:Sensor kabut juga digunakan dalam pemantauan lingkungan untuk melacak kandungan uap air dan partikel di atmosfer, yang penting untuk memahami kualitas udara dan mengelola strategi pengendalian polusi.
Contoh aplikasi sensor visibilitas:
1. Intelligent Transport Systems (ITS): Sensor visibilitas sangat penting di ITS, karena sensor ini dapat memantau visibilitas jalan secara real-time dan menyesuaikan sinyal lalu lintas untuk mengingatkan pengemudi akan perubahan jarak pandang.
2. Prakiraan cuaca: Departemen meteorologi menggunakan sensor visibilitas untuk memprediksi dan memantau dampak kondisi cuaca seperti kabut, hujan, salju, dan kondisi cuaca lainnya terhadap visibilitas guna mengeluarkan peringatan tepat waktu.
3. Kelautan: Dalam navigasi maritim, sensor visibilitas digunakan untuk navigasi kapal guna memastikan navigasi yang aman bahkan dalam kondisi cuaca buruk.
4. Keamanan industri: Di lingkungan industri tertentu, seperti pabrik kimia atau pertambangan, sensor visibilitas digunakan untuk memantau visibilitas area kerja guna menjamin keselamatan pekerja.
Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa sensor kabut dan sensor visibilitas berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan aktivitas industri, membantu kita mengatasi berbagai kondisi cuaca dan lingkungan dengan lebih aman dan efektif.
Sebelumnya:Dilema yang dihadapi dalam pengembangan pertanian cerdas
Berikutnya:Alat pengukur hujan: pemantauan curah hujan dan prediksi banjir
Rekomendasi terkait
Katalog sensor dan stasiun cuaca
Katalog sensor pertanian dan stasiun cuaca - NiuBoL.pdf
Katalog stasiun cuaca - NiuBoL.pdf
Katalog sensor pertanian - NiuBoL.pdf
Katalog sensor kualitas air - NiuBoL.pdf
Produk terkait
Sensor gabungan suhu udara dan kelembapan relatif
Sensor Suhu Kelembapan Tanah untuk irigasi| NBL-S-THR
Sensor pHtanah RS485Instrumen pengujian tanah pH meter tanah untuk pertanian | NBL-S-PH
Sensor Kecepatan Angin Output Modbus / RS485 / Analog / 0-5V/4-20mA
Pengukur hujan ember tipging untuk pemantauan cuaca sensor hujan otomatis RS485 / Luar ruangan/stainless steel
Sensor Radiasi Surya Pyranometer 4-20mA/ RS485
Pindai kode QR dengan WhatsApp
Nomor WhatsApp:+8615367865107
(Klik untuk menyalin dan menambahkan di WhatsApp)